Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

You

 


Author                  : Akina Furi
Rathing                 : Teenager
Genre                   : seperti biasa, selalu romantic story.. ^^
Disclaimer             :
inspirasi spenuhnya dari otakku yang cemerlang  yang udah di anugerahkan oleh Tuhan sejak lahir. Hehe #plak. Di lempari sendal para readers..
Cast                       : Jung Jin Young
                                Me as Shin Chae Ri
                                Kim Jong Woon a.ka Yesung
                                Han Gyu Ri
                                And the other cast
 Happy Reading! ^^ 


**

#Author POV
Hari ini dua orang anak muda dipersatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Padahal mereka baru berumur dua belas tahun dan mereka juga baru paertama kali bertemu. Itupun saat upacara pernikahannya berlangsung.
Umma Jin Young dan Umma Chae Ri sibuk ngerumpi dan membahas masa depan kedua anak mereka yang dengan seenaknya mereka nikahkan itu. Appa Jin Young dan Appa Chae Ri hanya bisa menghela nafas melihat sikap istri mereka.
Delapan tahun kemudian....
Sejak pernikahan itu, Jin Young dan Chae Ri selalu di masukkan dalam sekolah yang sama. Dan sekarang, ketika mereka sudah berusia dua puluh tahun, meskipun mereka juga masih kuliah, mereka sudah dibiarkan tinggal serumah.

**

@kampus

#Jin Young POV

Aku mengacak-ngacak rambutnya dan berhasil membuatnya memasang wajah lucu kesukaanku. Wajahnya yang sedang cemberut. Pipinya yang agak tembem membuatnya terlihat seperti bakpao kalau sedang berwajah seperti itu.#dasar Jinppa, masa istri sendiri dibilang bakpao? XD
“sampai nanti ya chagi” ucapku dengan nada dan senyum evil sambil mendekatkan mukaku dengan mukanya. Lucu sekali. Mukanya memerah.

**

#Chae Ri POV

Huaa!! Wajahnya dekat sekali! Ya ampun. Kenapa sih orang ini suka sekali menggodaku? Aih!!! Aku harus mengendalikan diriku!
“sa sampai nanti” ucapku singkat lalu kabur. Haduh... kenapa aku malah kabur? Yang benar saja. Memalukan.

**

#Jin Young POV

Haha, seperti biasanya.. dia kabur lagi.
“Hyung, apa yang kau lakukan? Menggoda istrimu lagi ya?” ucap Yesung yang tiba-tiba muncul di belakangku.
“hehe,begitulah”
“Oppa!!!” aku tersentak. Suara nyaring itu hampir saja membuat gendang telingaku pecah.
“Min Young? Kau lagi. Sudah kubilang kan, Hyung itu sudah menikah. Sudah punya istri. Berhentilah mengganggunya” sela Yesung begitu Min Young berhenti bersuara.
“Yesung, sudah kubilang juga aku tidak percaya. Mana mungkin Oppaku ini menikahi wanita lain selain aku”
Aku dan Yesung hanya bisa menghela nafas. Gadis centil yang satu ini satu-satunya yang tidak percaya kalau aku sudah menikah. Dan dia tetap dengan gaya centilnya mendekatiku terus.

**

#Chae Ri POV

Ternyata dosen hari ini sedang keluar kota. Kenapa nggak bilang dari kemarin-kemarin sih?
Ketika aku keluar dari gedung kampus, kulihat Min Young sedang mencoba mendekati Jin Young dengan menyodorinya minuman. Huh! Apa-apaan sih cewek centil itu?? Ganggu suami orang aja!!
Aku langsung cepat-cepat melangkah mendekati mereka. Begitu sampai aku langsung menarik tangan Min Young menjauh dari Jin Young. “Hei, Min Young, sudah ku bilang jangan dekati dia!!!” ucapku geram.
Min Young bukannya pergi malah mengacak rambutku. “Adik manis, kau tidak boleh begitu pada calon kakak iparmu ini” ucapnya dengan begitu percaya diri. Iih, siapa juga yang mau jadi adik iparmu. Enak saja memanggilku adik manis. Aku memang lebih pendek darimu, mukaku juga sedikit chabi, tapi itu tidak lalu membuatku jadi adiknya Jin Young kan? Aku ini bukan adiknya bodoh!! Aku istrinya!! Istrinya!!!
Jin Young langsung berdiri meraih tanganku. “hei, sudahlah” katanya. Aku melototi Jin Young dengan tatapan tajam. Apa?! Sudahlah dia bilang? Huhm!! Kau ini memang suka di dekati Min Young ya?
“em, aku pergi sebentar ya oppa” Min Young berusaha mencium pipi Jin Young, tapi Jin Young mati-matian menghindar. Sudah tau risih, kenapa nggak di usir?
Begitu Min Young pergi aku langsung duduk dengan kasar di bangku taman yang tadi mereka duduki. Huuuhh!!! Enak saja dia panggil-panggil dengan sebutan oppa! Berani sekali dia. Aku saja tidak pernah memanggilnya begitu!!!

**

#Jin Young POV

Ya ampun. Yesung kemana sih?? Kenapa malah kabur dan meninggalkanku dengan cewek ini. Hadeh. Chagi... jebal, datanglah.
“Hei, Min Young, sudah ku bilang jangan dekati dia!!!” ucap Chae Ri. Ah, Chae Ri, aku benar-benar mencintaimu!! Akhirnya...
Chae Ri sedang berusaha mengusir Min Young. Tapi Min Young malah tidak terpengaruh dan tidak sadar juga dengan sikap Chae Ri. Dia masih saja mengira Chae Ri itu adik perempuanku.
Setelah Min Young pergi Chae Ri duduk dengan kasar di bangku belakangku. Aku menatapnya dengan senyum evil.
“mwo?” tanyanya yang mulai kelihatan gugup.

**

#Chae Ri POV

Dia menatapku dengan senyuman evilnya dan itu membutaku gugup. Mungkin saja sekarang mukaku sudah semerah tomat saking gugupnya. “mwo?”
Dia ikut duduk di sampingku. “aku tau kenapa kau masih memasang muka seperti itu. Kau iri ya karena dia memanggilku ‘oppa’? kenapa tidak coba saja untuk ikut memanggilku begitu? Dari sejak kita bertemu  kau belum pernah memanggilku begitu, memanggil namaku saja kau tidak pernah.” tanyanya.
“ishh, siapa juga yang iri?”
Jin Young menyentil keningku pelan. “aa, jangan bohong. Lagipula tertulis jelas di keningmu kalau kau cemburu”.
Aku baru saja mau menjawab ketika Yesung dan Gyu Ri datang. Gyu Ri adalah mantan pacar Jin Young waktu dia belum menerima pernikahan kami. Tepatnya saat kami masih SMA.
“hei, lihat siapa yang datang” sapa Yesung. Jin Young berdiri. “Gyu Ri? Gwechana?”
“ah, gwechana oppa. Kalian sendiri bagaimana?” Jin Young menoleh sebentar ke arahku lalu kembali menoleh ke Gyu Ri. “yah, seperti yang kau lihat”

**

@rumah

#author POV

Malam harinya saat makan malam. Chae Ri hanya mengadu-aduk nasinya tanpa nafsu sedikitpun. Dia masih kepikiran soal tadi siang. Dia merasa kalau cinta lama Jin Young suaminya itu dengan Gyu Ri kembali bersemi.
“waeyo?”
Chae Ri hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan suaminya itu. “Gyu Ri sudah kembali dari Amerika” ucap Chae Ri kemudian.
“lalu?”
“kau masih mencintainya bukan? Karena itu... kita bercerai saja”
“mwo? Wae neo? Kenapa tiba-tiba...”
Chae Ri mulai berdiri dan beranjak meninggalkan meja makan.
**
Chae Ri mengemasi barang-barangnya.  “kau mau kemana?” tanya Jin Young.
“aku mau ke rumah kakekku di Solo”
“hei, aku kan belum memberikan jawabanku. Kenapa kau seenaknya saja begini. Bagaimana kalau orang tua kita ada yang bertanya?”
“biar aku yang urus mereka nanti” Chae Ri mengangkut kopernya keluar rumah. “ Chae Ri, kau mau kemana?” tanya Umma Chae Ri yang baru saja datang.
“aku...”
“kami mau berlibur ke Solo Umma. Chae Ri bilang dia merindukan kakeknya”sela Jin Young. Chae Ri menoleh cepat dan menatap tajam Jin Young. Umma Chae Ri hanya ber’oh’ ria.

**

@Rumah kakek Chae Ri alias @Indonesia ^^

Chae Ri duduk di samping kakeknya di pekarangan rumah. “ada apa? Sejak kau datang kau terus terlihat murung” tanya kakek.
“aku bingung kek. Aku... aku mau bercerai dengan Oppa. Sebenarnya aku tidak rela, tapi aku juga tidak mau memaksanya terus bersamaku yang tidak dia cintai”
“oh, masalah itu. Kalau menurut kakek, tidak ada salahnya kalau kau mempertahankan pernikahanmu dengan Jin Young. Kau mencintainya dan kau juga istrinya, jadi kau berhak mempertahankan pernikahanmu. Lagipula, apa ada jaminan Jin Young akan lebih bahagia kalau bersama orang lain?”. Chae Ri hanya menunduk murung mendengar nasehat kakeknya barusan. Tidak lama kemudian dia memilih untuk kembali ke kamarnya.

**

#Jin Young POV

Aku mencari-cari Chae Ri di seluruh rumah. Rumah khas Jawa milik kakeknya Chae Ri ini memang cukup luas. Aku sampai bingung mau mencari Chae Ri kemana.  Aku harus bicara dengan Chae Ri.
Aku sudah keliling rumah tapi Chae Ri tidak ada juga. Dimana dia? Aku putuskan untuk kembali mencarinya di kamarnya.

**

Dia sedang duduk di dekat jendela kamarnya sambil menikmati pemandangan di luar dan memeluk boneka beruang yang kuberikan sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu. Aku mulai berjalan menghampirinya. “disini kau rupanya. Aku mencarimu dari tadi” ucapku ringan lalu ikut duduk di dekatnya.
“apa ada yang ingin oppa bicarakan?” tanyanya tanpa semangat. Eh, tunggu, apa dia bilang tadi? Oppa? Ini pertama kalinya dia memanggilku oppa sejak pertemuan pertama kami sekaligus pernikahan kami delapan tahun yang lalu.
“apa kau masih tetap pada pendirianmu untuk bercerai?”

**

#Chae Ri POV

“apa kau masih tetap pada pendirianmu untuk bercerai?” tanyanya seperti biasa yang langsung to the poin.
Aku menoleh dan memandang matanya yang juga sedang memandang mataku. Mata kami saling beradu.
“apa kau ingin cerai karena masih mencintai Yesung?”
“kenapa oppa berkata begitu? Bukan itu alasanku oppa”
“benarkah? Lalu apa? Kupikir karena kau masih mencintainya makanya kau menggunakan kembalinya Gyu Ri sebagai alasan. Bagaimanapun kalian dulu juga pernah pacaran seperti aku dan Gyu Ri kan”
“ani, oppa. Kau salah. Aku dan Yesung oppa sama sekali tidak pernah pacaran. Kau salah paham. Aku...mianhae oppa. Meskipun aku tau kau masih mencintai Gyu Ri, aku tidak ingin melepaskanmu. Mian oppa karena aku sudah egois. Tapi... saranghae oppa”. Aku semakin mempererat pelukanku pada boneka beruang pemberian Jin Young ini.
“jadi itu alasanmu?” tanyanya dan aku hanya menjawabnya dengan anggukan. “kalau begitu kau juga salah paham. Dari dulu aku hanya mencintaimu. Bahkan sejak sebelum aku pacaran dengan Gyu Ri. Aku hanya baru menyadarinya setelah melihatmu selalu bersama dengan Yesung.  Tapi...”
“tapi apa oppa?” tanyaku penasaran. Dia menunjuk-nunjuk bonea beruang yang sedang kupeluk.
“kalau kau memang mencintaiku, kenapa yang dipeluk bukan aku dan malah beruang itu? Aaah, beruntung sekali kau beruang. Kalau tau begini aku tidak akan memberikanmu padanya. Aku benar-benar cemburu”
“hebg. Oppa cemburu pada beruang ini?”
Jin Young mengangguk dengan wajah sok melasnya. Perlahan aku mulai melepaskan pelukanku pada si boneka beruang dan bergerak memeluk Jin Young. Rasanya aneh. Soalnya ini pertama kalinya aku memeluknya. Jantungku berdebar keras. Kuharap Jin Young tidak mendengar detak jantungku ini. Memalukan.

**

#Jin Young POV

Aku membalas pelukannya. Akhirnya, hari ini datang juga. Hari dimana aku bisa mendengarnya memanggilku oppa, hari dimana dia mengatakan kalau dia mencintaiku. Meskipun aku sudah menduganya dari dulu. makanya aku suka menggodanya. Dan hari aku bisa memeluknya. “Jadi intinya jadi cerai nggak nih?” tanyaku di sela pelukan kami.
Dia sontak mendorongku dari pelukan. “babo! Tentu saja tidak jadi! Memangnya oppa mau kita bercerai?”
Aku pura-pura berfikir. “ng.. mungkin bagus juga kalau kita bercerai dan aku kembali pada Gyu Ri. Dia lebh cantik, lebih tinggi, lebih apa lagi ya? Ng...”
Dia kembali memasang wajah kesukaanku. Kalian tau kan wajah seperti apa itu? Ya, wajah bakpao. Hehe. Dia melempar boneka beruang tadi padaku dengan kasar. Saat dia berdiri dan beranjak untuk pergi aku menangkap tangannya. Kutarik tangannya hingga dia berbalik dan jatuh ke pelukanku. “chagi, nado saranghae. Karena itu, jangan pernah lagi minta cerai dariku”. Aku bisa merasakan anggukannya dalam pelukanku.

**

tiga bulan kemudian...

@resepsi pernikahan Gyu Ri dan Yesung

"ya, hyung. kenapa datang sendiri? mana Chae Ri" tanya Yesung yang datang menghampiriku bersama Gyu Ri sang mempelai wanita.
"tadi dia tidak enak badan. jadi tidak bisa ikut" jawabku lalu menegak segelas minuman yang tadi ku ambil dari seorang pelayang yang lewat.
"tapi dia tidak apa-apa kan?" tanya Gyu Ri.
"tenang saja. Tadi dia sudah berangkat sendiri ke dokter"
Yesung meninju bahuku pelan. "ya. hyung kau ini. istri sakit kenapa malah di suruh periksa sendirian ke dokter?"
"tadinya aku memang ingin mengantarnya, tapi dia sudah berangkat duluan"

**

satu tahun kemudian Gyu Ri melahirkan anak pertamanya dengan Yesung. Aku datang menjenguknya dengan membawa serta keluargaku.
kubuka pintu kamar ruangan dimana Gyu Ri di rawat. "anyeonghaseo" sapaku yang baru kelihatan kepalaku saja kalau di lihat dari dalam ruang itu. di sana ada Yesung yang sedang menggendong anaknya di samping tempat tidur Gyu Ri.
"oh, hyung. kau datang juga" sambut Yesung dengan sumringah. Aku kembali keluar sebentar dan membantu Chae Ri mendorong salah satu kereta dorong bayi. lalu kami berdua masuk dengan masing-masing membawa satu kereta dorong bayi.
"omo. oppa, itu anak siapa? lucu sekali" tanya Gyu Ri yang terkejut melihat kami membawa dua anak kembak yang masih unyu-unyu #halah, bahasanya...
"tentu saja ini anak kami" jawabku santai. tapi muka Chae Ri malah memerah. yah, dia memang masih malu dengan kenyataan kalau dia sudah punya anak dan menjadi seorang ibu.
"tapi sejak kapan? mereka sudah terlihat agak besar. padahal waktu kami menikah kalian kan belum.."
"haha, kau salah. kau ingat dulu aku datang sendirian ke resepsi kalian dan bilang kalau dia sakit?"
"ya aku ingat .. ah, jangan-jangan saat itu..."
"hehe, yah, begitulah"

THE END

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar