Author : Akina Furi
Cast :
- All member B1A4
- Chae Ri as pengurus dorm
Genre : Comedy (?)
Rating : Teenager
bagi yang sudah baca FFq yang spesial Ramadhan kemaren, pasti tau deh klo ini itu sequelnya. hihi. invasi di tengah persiapan kejutan ulang tahun Jin Young. ini FF cuma iseng, jadi klo kurang lucu atau apa mohon maaf ^_^
Happy Reading all ^_^
Author POV
@dorm B1A4
Gongchan, Sandeul, Baro dan CNU sedang asik main monopoli di ruang tengah. “Chae Ri-ya, mana cemilannya? Aku lapar” seru Sandeul yang seperti biasa, nggak tahan lapar. Khekhe.
“iya iya. Ini” Chae Ri meletakkan senampan cemilan dan minuman di samping ke empat member B1A4 ini.
“di mana Jin Young oppa?”
“oh, dia sedang di ruang kerjanya. Kau tau, dia sedang sibuk membuat lagu baru” jawab CNU dengan tetap fokus pada papan permainan.
“yak, besok kan hari ulang tahunnya, bagaimana kalau kita beri dia kejutan?” usul Chae Ri. Baro mengangguk setuju. “ide yang bagus. Aha! Kalau begitu aku akan mengajaknya pergi besok sementara kalian mempersiapkan kejutannya”
Semua orang di ruang itu langsung memasang muka datar. “yak, kalian tidak percaya padaku?” protes Baro.
“kau lupa apa yang terjadi terakhir kali saat kalian ingin memberi Sandeul kejutan ulang tahun di acara sesame player? Kau membuat kejutannya gagal”
“i itu kan....”
“CNU hyung saja yang mengajaknya pergi. Menurutku dia yang paling bisa dipercaya” sela Gongchan. Sandeul mengangguk membenarkan usulannya.
“oke! Kalau begitu beres. Jadi, rencana kita besok adalah, CNU oppa mengajak Jin Young oppa jalan-jalan, Baro dan Sandeul beres-beres rumah, aku dan Channie akan belanja bahan-bahan makanan untuk kejutannya”
**
Keesokan harinya, rencanapun mulai di jalankan. Untunglah direktur Wment meminta Jin Young datang untuk membicarakan project mereka berikutnya, jadi mereka tidak kesulitan untuk membuat Jin Young pergi dari dorm. Tugas CNU tinggal memperlama Jin Young kembali. Chae Ri dan Gongchan berangkat berbelanja sesaat setelah Jin Young dan CNU pergi.
Baro dan Sandeul pun mulai membereskan dorm mereka. Tapi begitu mereka mengeluarkan perlengkapan dekorasinya, semua justru menjadi lebih berantakan
dari sebelumnya. Kertas warna-warni, gunting, lem dan semuanya berserakan di lantai.
“yak! Apa yang kau lakukan? Lihat, semua jadi berantakan. Lakukan dengan rapi dong” protes Sandeul. Baro langsung menanggapinya dengan melempar kertas pada Sandeul. “kau sendiri juga ikut membuatnya berantakan. Jangan salahkan aku, pabo!”
“mwo? Pabo?” dan perang kertas pun di mulai. *author : ampun deh, di suruh dekor rumah malah perang kertas (/_-)
TING TONG
Baro dan Sandeul langsung menoleh ke arah pintu. Sandeul panik. “eh? Ada yang datang. Apa Chae Ri? Tapi mereka kan baru berangkat. Jangan-jangan hyung? Hiaa!! Gawat”
“kita lihat saja dulu”
Setelah Baro membuka pintu, ternyata yang menekan bel adalah nyonya Han si tetangga sebelah dan kedua anaknya yang sebenarnya adalah musuh bebuyutan dengan member B1A4. Kedua anak itu memasang senyum evil membuat Badeul Couple ini merasa was was. “maaf, apa kalian mau pergi hari ini?” tanya nyonya Han.
“ah, ani. Kami libur jadi seharian di rumah. Wae?”
“eum, bisakah aku meminta bantuan kalian? Tolong jaga anak-anakku selama sehari ini. Aku ada pekerjaan di luar kota. Pembantu kami juga sedang pulang kampung. Aku tidak bisa membiarkan mereka tinggal sendiri tanpa pengawasan. Jadi, apakah kalian bisa?”
Baro dan Sandeul saling bertatapan dan menelan ludah. Benar-benar firasat buruk. Jika kedua anak tengil itu ada di dorm, kemungkinan kejutannya akan menjadi kacau. “he, so soal itu...” belum sempat Baro menolak, nyonya Han sudah menyela lagi “oh iya, aku belum memperkenalkan anak-anakku. Kenalkan. Yang namja ini namanya Jae Suk, dan yang yeoja ini namanya Jae Rim”
“ha hai” ucap Badeul couple canggung.
“Kalian baik-baik ya dengan paman-paman ini. Ibu pergi dulu, ne. Aku akan menjemput mereka nanti sebelum makan malam. Terima kasih sebelumnya” dan nyonya Han akhirnya pergi tanpa mendengar jawaban dari Sandeul maupun Baro.
Sandeul dan Baro hanya bisa memandang kepergian nyonya Han pasrah. Jae Suk dan Jae Rim langsung berlari menerobos mereka dan masuk. “whoaaa, kalian sedang apa? Sedang mau bikin kejutan ya? Sepertinya seru” ucap Jae Suk lalu melirik Jae Rim penuh arti.
“tolong, kami sedang tidak ingin berperang dengan kalian hari ini” pinta Sandeul.
“oh ya?”
“YAK!! APA YANG KALIAN LAKUKAN? HENTIKAN!” bentak Baro ketika Jae Suk san Jae Rim mengacak-acak dekorasi mereka. Kedua bocah itu terus saja mengacak tanpa memperdulikan Baro dan Sandeul yang sudah berusaha mati-matian menghentikan mereka.
Setelah berjam-jam berlalu, Jae Suk dan Jae Rim masih asik memainkan barang-barang dekorasi. Sedangkan Baro dan Sandeul sudah pundung di pojokan pasrah melihat kelakuan anak-anak itu. “kita bisa mati di tangan Chae Ri kalau seperti ini”
“tapi kita juga tidak bisa menghentikan mereka kan. hueee, anak-anak ini menyebalkan sekali” sambung Sandeul.
CKREK
Pintu terbuka. Sandeul dan Baro langsung menoleh penuh rasa syukur ke arah kedatangan Chae Ri dan Gongchan. Seketika anak-anak tadi ikut berhenti melihat kedatangan mereka.
“apa yang terjadi ini? Baro... Sandeul...” gumam Chae Ri penuh kekesalan.
“mianhae, kami sudah mencoba menghentikan mereka, tapi...”
“haha, nuna, apa kau mau bermain bersama kami juga? Seru loh” ajak Jae Suk lalu melanjutkan main mereka yang tertunda. Kerutan di kening Chae Ri semakin bertambah, menandakan kalau dia sedang dalam puncak emosi. Gongchan yang berdiri membawakan barang belanjaan di belakang Chae Ri jadi merinding karena merasakan aura membunuh dari Chae Ri.
“kenapa mereka di sini?” tanya Gongchan.
“ta tadi nyonya Han meminta kami menjaganya. Dia bilang akan menjemput mereka nanti sebelum makan malam”
Chae Ri menarik nafas dalam-dalam. “sepertinya aku harus melakukan pembantaian hari ini. Channie, kau bantu Baro dan Sandeul saja mendekorasi ruangan” ucap Chae Ri yang lalu membereskan barang belanjaannya.
“ap apa? Pembantaian?” Jae Suk dan Jae Rim langsung berhenti bermain dan mematung memandang ngeri Chae Ri.
“yah, aku memang suka melakukan pembantaian. Biasanya yang jadi korbanku itu bocah-bocah nakal sepert kalian. Kalian mau jadi korbanku selanjutnya?” ucap Chae Ri dengan tatapan dingin. Jae Suk dan Jae Rim langsung menelan ludah ketakutan. Sebenarnya yang dimaksud di bantai Chae Ri hanya daging-daging yang selalu dia beli di pasar. Melihat keadaan itu, Gongchan langsung mengambil kesempatan untuk ‘menjinakkan’ anak-anak itu.
“kalau kalian tidak mau dibantai Chae Ri, lebih baik kalian patuh dan bersikap manis”
“n ne~, ampun. Kami janji kami akan patuh dan bersikap manis, tolong jangan bantai kami” kedua anak itu saling berpelukan dan menangis sambil meminta ampun.
Akhirnya Sandeul, Baro, dan Gongchan memulai lagi dekorasi yang sudah hancur lebur dengan di bantu Jae Suk dan Jae Rim sedangkan Chae Ri memasak di dapur. Setiap kali sikap badung anak-anak itu mau kumat, Chae Ri dengan sengaja mendramatisir aksinya memotong daging di dapur. Jadi mereka tidak akan berani nakal lagi.
**
Dekorasi sudah selesai. Jae Suk dan Jae Rim duduk di pojokan. Baro, Sandeul dan Gongchan membantu Chae Ri mengeluarkan dan menata makanan di atas meja ruang tengah. “eum~ baunya membuatku lapar” ucap Sandeul.
“eits, jangan dimakan dulu” Gongchan langsung menepis tangan Sandeul ketika tangan Sandeul mulai meraih salah satu makanan untuk dimakan.
Chae Ri keluar dari dapur dengan goloknya dan menatap Jae bersaudara. “awas kalian kalau mengadukan ini pada orang lain”
“a ampun. Kami janji tidak akan melakukannya”
“bagus” Chae Ri mengedarkan pandangannya. “nah, sekarang kita tinggal bersiap menunggu Jin Young oppa dan CNU oppa datang.
**
Untunglah Jae Suk dan Jae Rim sudah dijemput sebelum Jin Young dan CNU kembali. Jadi mereka bisa melakukan penyambutan dengan gembira tanpa harus merasakan hawa membunuh dari Chae Ri akibat keberadaan anak-anak badung itu.
“kalian semua, terima kasih ya kejutannya”
“sama-sama. Sekarang mari kita makan” jawab Sandeul semangat. Akhirnya dia bisa makan juga. Kejadian hari ini sudah sangat menguras tenaganya. Baru juga mereka mau memasukkan makanan ke mulut masing-masing, tiba-tiba bel pintu berbunyi. “jangan bilang anak-anak itu kembali lagi” batin ke empat orang yang tadi tingal di rumah. Chae Ri berdiri bergerak membuka pintu.
“oh, pak pos. Ada apa?”
“ini ada kiriman untuk tuan Jung Jin Young” ucap sang pak pos menunjukkan ke arah sampingnya.
Chae Ri menoleh ke arah yang di tunjukkan. Dia langsung cengoh melihat barisan trolli berisi hadiah-hadiah. “i itu semua untuk Jin Young oppa?” Chae Ri benar-benar tidak bisa percaya dengan fans-fansnya Jin Young yang sampai mengirim hadiah sebanyak itu. Member B1A4 yang lain juga langsung cengoh begitu keluar dan melihat hadiah-hadiah itu.
“wah, hyung, kalau salah satu dari hadiah itu adalah makanan, aku minta ne” pinta Sandeul. Jin Young hanya tertawa menanggapinya.
Setelah menerima semua barang-barang itu, mereka kembali melanjutkan aksi makan malam mereka yang sempat tertunda. Di tengah acara makan, dalam hati Baro dan Sandeul sedang mengutuk kedua anak tadi dan berdoa tidak pernah bertemu mereka lagi. Sedangkan jiwa evil Chae Ri ternyata masih membara. Dia tidak puas dengan kejutan yang mereka rencanakan gara-gara terkena gangguan setan-setan kecil. “awas saja, kalau mereka berulah lagi, akan kuberi pelajaran mereka. hahahahaha” ucap Chae Ri dalam hati dengan tawa nistanya.
Yah, begitulah. Hari ulang tahun Jin Young kali ini warna warni untuk beberapa orang. Kuning (ceria) untuk Jin Young, putih untuk CNU yang tidak merasakan apa-apa, ungu untuk Baro dan Sandeul (warna merah(marah)+biru(sedih)), warna hijau untuk Gongchan yang merasa tetap damai (?) dan hitam kelam untuk Chae Ri.
Entah apapun yang terjadi, pokoknya author ucapin saengil chukkae buat suamiku tercinta, Jin Young Oppa. ^_^THE END







0 komentar:
Posting Komentar