Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Will You Marry Me?? *One Shoot*

Author             : Akina Furi
Genre              : Romantic
Rathing            : Teenager
Main Cast        : Jin Young & Chae Ri
 


Author kembali dengan FF terbaru yang tentunya dengan cast B1A4. Hope U Like It, chingu.
^^ Happy Reading..

**


Author POV

Chae Ri memandangi Jin Young dengan muka datar. Dia sudah sangat bosan hanya duduk dan di acuhkan seperti itu selama lebih dari dua jam di kafe ini. Jin Young lebih memilih berkutat dengan laptopnya daripada mengobrol dengan Chae Ri yang baru saja pulang dari pertukaran pelajar di Indonesia.
“Oppa”, panggil Chae Ri.
“ng?” gumam Jin Young tanpa menoleh sedikitpun dan tetap menatap layar laptopnya.
Chae Ri mencoba menahan amarahnya. Dia menutup mata sebentar lalu berkata “aku ke toilet sebentar ya”. Lagi-lagi Jin Young hanya menjawab dengan gumaman.
Chae Ri beranjak dari tempat duduknya dengan hati dongkol. “Huuh!! Menyebalkan!!! Dari tadi jawabnya ang eng ang eng terus. Mana aku di cuekin. Dasar Jinppa menyebalkan!!” rutuk Chae Ri dalam hati. Yang lebih membuatnya kesal adalah saat setiap kali dia ingin melihat apa yang sedang dia lakukan dengan laptopnya itu, JinYoung malah langsung menutupnya agar Chae Ri tidak bisa melihatnya. Sempat terbesit kecurigaan di benak Chae Ri. Mungkinkah JinYoung sedang chatting dengan Yeoja lain? Soalnya wajah Jin Young begitu terlihat bersemangat dan matanya begitu berbinar-binar saat mengotak-atik komputernya.
Chae Ri mencuci  mukanya untuk sedikit menenangkan diri. Di menatap cermin yang ada di depannya dan menghela nafas berat. “Oppa” ucapnya lirih.
Saat keluar dari kamar mandi, Chae Ri bertemu dengan CNU.

**

Chae Ri POV

“Ya, CNU oppa, sedang apa di sini? Sendirian?”, sapaku saat melihat CNU oppa lewat. Namja itu berhenti dan menoleh padaku. Namja berkacamata itu lalu tersenyum dengan senyuman khasnya.
“Oh, Chae Ri. Iya, aku sendirian. Setelah latihan dance di gedung sebelah aku merasa sangat lapar. Makanya mampir dulu. kau sendiri dengan siapa? Jin Young?”
Aku menoleh sinis ke arah Jin Young yang masih asik dengan laptopnya. “yah, sebenarnya begitu, tapi bisa kau lihat sendiri apa yang sedang dia lakukan di sana. Dari tadi aku terus saja di cueki karena dia lebih memilih laptopnya daripada aku”
“bagaimana kalau kau temani aku makan saja? Kita ngobrol. Daripada kau jadi bosan” tawar CNU oppa.
Kupikir itu bukan hal buruk. Aku mnyetujuinya. Kami akhirnya memilih duduk di kursi yang agak jauh dari Jin Young oppa berada tapi tetap bisa membuatku melihat Jin Young. Untuk jaga-jaga kalau dia mulai sadar dan mencariku.

**

Jin Young POV

Ah, akhirnya hampir selesai. Rancangan pernikahanku dengan Chae Ri. Aku sengaja tidak memberitahu Chae Ri karena ingin menjadikannya kejutan.
“ya, Hyung. Kau di sini rupanya. Mana Chae Ri noona? Katanya kalian hari ini ada janji ketemu” sapa seseorang dengan suara khasnya yang berat. Baro dan sandeul langsung mengambil posisi duduk di depanku.
“dia bilang tadi dia ke kamar mandi dulu”.
Mereka berdua mengangguk mengerti lalu mulai asik sendiri sambil menunggu minuman yang mereka pesan tiba.

**

Author POV

Chae Ri kembali menoleh ke arah Jin Young. Jin Young amsih terlihat asik dengan laptopnya. “sudah satu jam lebih aku meninggalkannya, kenapa tidak sadar juga!” batin Chae Ri.
Dia tidak melihat kehadiran Baro dan Sandeul yang ada di depan JinYoung karena terhalang tembok.

**

Jin Young POV

“hyung, kau dari tadi begini?” tanya Sandeul.
“ne. Wae?”
“hah? Jangan-jangan dari tadi hyung nyuekin noona?”
“ya ampun, pasti noona sangat bosan dan kesal  ya” ucap Baro.
“tunggu, hyung, sejak kapan noona ke kamar mandinya”
“baru saja”
“kau yakin?” tanya mereka berdua bersamaan.
“aish. Kalian ini cerewet sekali dari tadi. Tentu saja aku yakin. Memangnya kenapa?” bentakku pada mereka.
“tapi kenapa dia belum kembali juga?” tanya Sandeul.
“hah? Benarkah? Tunggu, ini jam berapa?”
“jam empat” jawab Baro singkat. Ya ampun selama itukah? Benar kata Baro tadi. Chae Ri pasti bosan dan kesal. Sekarang dia di mana ya? Apa dia sudah pulang?
Aku langsung cepat-cepat mematikan laptopku dan bergegas mencari Chae Ri. Tapi begitu aku berdiri, aku melihat Chae Ri sedang ngobrol berdua dengan seorang namja yang kukenal.
Aku berjalan mendekati mereka. “ternyata kau di sini. Aku mencarimu tadi. Kupikir kau sudah pulang” ucapku begitu sampai. Chae Ri menoleh dengan malas ke arahku. Tatapannya begitu sinis. Omo, dia kelihatannya benar-benar marah.
“oppa, aku pulang dulu ya” pamit Chae Ri pada CNU.
“ne. Hati-hati di jalan”
Chae Ri berjalan keluar kafe mendahuluiku. “Chagi, kau marah ya?” tanyaku sambil menyejajarkan langkahku dengannya.
Chae Ri tetap diam lalu masuk ke dalam mobil dengan kasar. Aku megikutinya masuk ke dalam mobil. “apa pedulimu? Yang kau pedulikan kan hanya laptopmu” ucap Chae Ri tiba-tiba begitu aku selesai memakai sabuk pengaman.
“mianhae chagi, bukan maksudku untuk..”
“sudahlah. Aku tidak mau mendengar alasanmu” sela Chae Ri.
Sejak kejadian itu aku jarang bertemu dengan Chae Ri. dia masih ngambeg. Aku melihat ke arah laptopku. Hamph, kapan aku bisa menujukkan ini padamu Chagi??

**

Chae Ri POV

“Channie, ayo pergi” ajak Baro.
“noona, aku masuk kelas dulu ya. Pai pai noona” pamit Gongchan padaku.
Sekarang tinggal aku sendiri di sini. Di taman kampus. Aku mendongakkan kepalaku ke atas dengan mata tertutup. Membiarkan angin semilir berhembur menerpa wajahku.
“hamph, oppa. Kau berubah” ucapku setelah membuka mata.

**

Flashback

“oppa, kau sedang apa?” tanyaku pada Jin Young yang sedang bermain gitar.
“aku sedang mencoba menciptakan lagu. Kau mau dengar?”
“tentu saja”
“kemarilah”. Aku mulai duduk di samping Jin Young dan bersiap mendengar lagu ciptaannya.

Neoreul mannan ji beolsseo il nyeoni da dwae
Cheotnune banhae yeogikkaji on geot gata
Nal japgo inneun du son nochi anha yaksok
Let’s go baby
Oh bamhaneurui byeolboda
Jeo pureun bada chowonboda
Nuni busyeo oh my god
Amuri chajado deo joheun geon eobseo
Kkeutkkaji nae yeope isseo
Buranhan nae mamui ansikcheo
Ijen soneul kkwak japgo nuneul majuchyeo“yang selanjutnya masih dalam proses. Bagaimana menurutmu tadi?”
“ah, oppa, bagus sekali. Liriknya juga sangat romantis”
“tentu saja. Itu kuciptakan khusus untukmu chagi”
“ah, oppa” kupeluk oppa yang begitu romantis ini.

Flashback End

**

“sudah tiga hari tapi kenapa kau tidak mencoba menghubungiku? Apa kau benar-benar tidak menginginkan aku lagi?” batinku.
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada tefon dari Sandeul. Aku segera bergegas mencari gongchan dan Baro begitu menerima telfon tadi.

**

Jin Young POV

Aku berdiri di depan kampus.  “Chagi, aku merindukanmu” batinku. Aku lalu beranjak dan masuk ke kampus untuk menemui Chae Ri. Ku harap dia sudah tidak marah. Karena hari ini aku ingin menyampaikan sesuatu padanya. Sesuatu yang sudah lama kupersiapkan sampai harus rela di diamkan olehnya selama berhari-hari.
Seluruh penjuru kampus sudah ku jelajahi, tapi tidak membuatku menemukan yeojachinguku itu. Apa dia tidak masuk ya? Kemudian tiba-tiba ponselku berdering. Sebuah telfon masuk dari Baro.

**

Aku berlari menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Tadi, begitu aku mendapat telfon dari Baro, aku langsung menuju ke sini. Semoga kau baik-baik saja. Harus. Kau harus baik-baik saja. Kumohon.
Akhirnya aku tiba di ruang perawatannya. Dengan tangan bergetar aku membuka pintu itu. Tapi setelah aku buka, aku terkejut. Aku bingung dengan apa yang sedang terjadi.

**

Flashback

“hyung, kau dimana?”, tanya Baro dari sebrang telpon dengan nada panik.
“aku ada di kampus. Wae? Ada apa? Kenapa kau panik begitu?” tanyaku.
“Chae Ri, hyung. Chae Ri kecelakaan. Cepatlah datang ke rumah sakit sekarang juga. Kondisinya kritis”

Flashback end

**

Aku berdiri di ambang pintu. Antara rasa senang, tidak percaya dan bingung. Chae Ri yang tadi di bilang Baro kecelakaan dan kritis malah terlihat baik-baik saja. Justru yang sedang terbaring di rumah sakit adalah CNU hyung.

**

Author POV

Chae Ri sedang menjenguk CNU bersama Sandeul, Gongchan dan juga Baro sampai ketika tiba-tiba pintu ruang perawatan CNU dibuka oleh seseorang.
“Oh hey Hyung. Kau sudah datang rupanya” sapa Gongchan.
“Loh? Bukannya yang kecelakaan itu Chae Ri? Tapi kenapa yang di rawat dan di perban justru CNU?” batinnya.
CNU dan yang lain kecuali Chae Ri saling memandang dengan tatapan evil lalu memandang Chae Ri.
“a ada apa dengan kalian? Kenapa memandangku seperti itu?”
“Kau pergilah dengan Hyung. Biar kami saja yang menjaga CNU-hyung” tukas Sandeul lalu mendorong Chae Ri ke luar kamar rawatnya CNU. Jin Young yang masih di ambang pintu ikut terdorong keluar.

**

Chae Ri POV

Aku mengetuk pintu itu berulang kali karena tidak terima. Yang benar saja! Aku ke sini kan untuk menjenguk CNU-oppa. Kenapa aku malah di usir sih?!!
“Hei kalian!! Apa yang kalian lakukan sih?? Aku kan mau menjenguk CNU-oppa!!” protesku tapi sama sekali tidak mendapat respon apapun. Akhirnya aku menyerah dan menghela nafas dengan berat.

**

Author POV

Setelah di usir, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar rumah sakit saja.
“Jadi, yang sakit itu bukan kau tapi CNU?” tanya Jin Young setelah mendengar cerita kecelakaan yang di alami CNU tadi.
“yah begitulah” jawab Chae Ri santai.
Chae Ri menoleh ke arah Jin Young. “Ngomong-ngomong, kenapa kau di sini?” tanyanya.

**

Jin Young POV

“Ngomong-ngomong, kenapa kau di sini?” tanyanya. GLEK. Kenapa dia harus bertanya begitu sih. Aku bingung mau menjawab apa. Walhasil aku hanya bisa bergumam tidak jelas sambil menggaruk kepalaku.
“I itu...”
“apa mereka menipumu dan bilang kalau aku yang kecelakaan?” tebak Chae Ri sebelum aku sempat menjawab. “heh, lucu” lanjutnya kemudian dengan nada sinis.
“maksudmu?”
“kan aku tidak penting bagimu. Bagimu yang terpenting adalh laptopmu itu. Lihat, bahkan saat kau bilang kau ke sini karena aku, kau masih tidak lupa membawa laptopmu. Lalu kenapa kau harus datang? Seharusnya kau kan tidak datang”
Aku melirik ke tas yang dari tadi ku bawa. Tas ini memang berisi laptopku, tapi...
Chae Ri berbalik dan pergi meninggalkanku. Tapi berhasil ku hentikan dengan menangkap tangnnya dan membuatnya berbalik.
Chup
Ku daratkan sebuah ciuman di bibir mungilnya tepat saat dia berbalik. “apa yang kau lakukan!!” Chae Ri langsung mendorongku mundur.  Dia mulai berbalik dan pergi dariku lagi.
Aku menarik nafas dan menyanyikan sebuah lagu untuknya. Berharap dia mendengar nyanyianku dan kembali lagi.

saramdeuri bojanha nunmul jom dakkgo gogae deureobwa
mianhada haetjanha mureupirado kkurheo boilkka
heunhan malsilsu gatgo ireoke ulmyeon naega mwoga dwae
saranghae raneun mallon deo isang neoreul dallael su eopgesseo
Chae Ri berhenti dan berbalik. Dia hanya berdiri mematung. Matanya terlihat seperti ingin menagis. Aku kembali melanjutkan nyanyianku.

maeil hyu hyu hyu hyu hyu
gin hansumeul baeteumyeo neul banseonghae
Baby U U U U U
jalharyeogo haneunde an dwae
motdoen malman baewoseo motdoen jitman baewoseo chakhan ni mam mollaseo
mwonga jakkuman kkoyeo kkoyeo
ajik cheori eobseoseo gipeun sarangi eoryeowo
sarang geukkajit geo geunyang mireobutyeo
saenggageul haetdeon naega meongcheonghaesseo
mianhae deo jalhalge (deo jalhalge naega deo jalhalge Hey~ yeah)
mianhae hwa pureojwo
naega da jalmotaesseo

Aku mulai melangkah mendekati Chae Ri yang masih mematung di depanku. Ku raih kedua tangannya. “mianhae chagi” ucapku. Perlahan dia memelukku. Tangisnya pecah. Bahkan aku bisa merasakan air matanya sedang membasahi bajuku sekarang.
“Chagi, asal kau tau, kaulah yang paling berharga bagiku” ucapku kemudian.
“Ne oppa. Mian aku bersikap kekanak-kanakan”
“ani. Aku yang harusnya minta maaf. Kaja, aku akan memperlihatkan sesuatu padamu”. Aku mengajak Chae Ri duduk di bangku yang ada di dekat taman.
Aku mulai menyalakan laptopku dan menunjukkan padanya apa yang sebenarnya ku lakukan selama ini.

**

Chae Ri POV

Ku tutup mulutku dengan satu tangan dan dengan menahan nafas. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang ku lihat dari laptop milik namja chinguku ini. Sebuah rancangan acara pernikahan yang sangat indah.
“Bagaimana? Kau suka? Itu ku siapkan untuk pernikahan kita” tanya Jin Young. Aku menoleh tidak percaya. Lagi-lagi air mataku menetes.
“Oppa,.. ne, oppa. Aku suka sekali”
“syukurlah. Sejak kau menyinggung soal pernikahan waktu itu, aku langsung menyiapkan ini dan berusaha membuatnya sesuai keinginanmu. Semuanya sudah beres. Tapi, masih ada satu masalah. Dan semua rencana ini akan sia-sia kalau tidak kulakukan”
“hm? Apa itu, oppa?”
“aku belum bertanya pada pengantin perempuannya apakah dia bilang OK dengan lamaranku atau tidak”
Oppa lagi-lagi berhasil membuatku tersipu seperti biasa dengan gombalannya. Jin Young kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru.
“Jadi Chagi, will you marry me?” tanyanya sambil membuka kotak itu yang ternyata berisikan sebuah cincin.

**

Flashback

Kami sedang menghadiri acara pernikahan CNU hyung. Semua serba putih dan terlihat sangat indah.
“oppa, indah sekali ya pernikahan mereka” ucapku pada Jin Young.
“biasa saja. Seperti pernikahan yang lain”
“oppa!”
“iya iya, indah” jawabnya akhirnya.
Kami sudah lama pacaran dan tahun depan sudah akan lulus kuliah, tapi Jin Young tidak juga melamarku. “hemh, kapan ya aku bisa mengalami momen seindah ini?” ucapku lalu melirik ke arah Jin Young. Tapi Jin Young malah pergi mengobrol dengan dongsaengku, Gongchan.

**

Jin Young POV

Aku mengedarkan pandanganku ke sluruh penjuru ruangan resepsi ini. Tiba-tiba Gongchan datang dan menghampiriku. Kami mengobrol berdua.
“hemh, kapan ya aku bisa mengalami momen seindah ini?” ucap Chae Ri lalu melirik ke arahku. Sebenarnya aku sadar sedang dia ajak bicara, tapi aku juga sedang bicara dengan Channie. Apa boleh buat.
Selama acara berlangsung, aku mulai membulatkan tekadku. “Chagi, tunggu saja, aku akan mempersiapkan pernikahan yang lebih dari ini” tekadku dalam hati.

Flashback End

The End

Gimana menurut kalian?? Bagus ato jelek?  Atau malah bosenin?
Yang udah baca, mohon kritik dan sarannya ya.. ^6

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar