author : Akina Furimianhae buat para readers. FF ini sifatnya nggak jelas. jika readers merasa kebingungan atau bagaimana, kesalahan jelas bukan pada otak anda. karena author lagi eror. ini FF gaje banget. mana nggak jelas pula. tapi author tetap berharap kalian menikmatinya. mian juga kalo masih ada typo
genre : maksudnya sih comedy, tapi silahkan readers tentukan sendiri yah ^^
cast :
- all member B1A4
- chae ri as pengurus dorm
- dll
cus ke TKP aja deh daripada lama-lama ^^
Happy Reading ^^
Author POV
“aaah, bukanya kapan sih? Masih lama ya? Aku lapar” keluh Sandeul yang langsung telentang begitu masuk ke dalam dorm. Jin Young dan yang lain menyusul masuk tanpa semangat sama sekali. Selain karena mereka lelah setelah perform di acara stasiun TV, mereka juga kelaparan karena harus puasa. Asal kalian tau, puasa di Korea tahun ini jauh lebih berat di bandingkan di Indonesia. Kalau di Indonesia hanya puasa 13 jam, orang Korea puasa selama 16 jam. Itupun bertepatan dengan puncak musim panas. Selain lapar, rasa haus semakin tidak tertahankan.
Sandeul masih tetap tidur telentang di dekat pintu masuk, sedangkan yang lain merebahkan diri masing-masing di sofa. Chae Ri, sang pengurus dorm mendekat pada Sandeul.
“ya, Deulie-ya, ini baru jam berapa? Masih lama tau buka puasanya. Sabar” ucap Chae Ri.
“aah, tapi aku sudah tidak tahan. Aku buka puasa sekarang saja yah” rengek Sandeul.
“tidak bisa. Kau ini. Hemh, bagaimana kalau kita menyibukkan diri dengan belanja untuk buka puasa nanti? Kita beli yang banyak. Nanti makanannya bisa sekalian kita bagi dengan tetangga. Bagaimana?” usul Chae Ri.
Gongchan langsung bangkit dari sandarannya. “itu ide bagus noona. Jadi pikiran kita bisa teralihkan. Hyung, bagaimana? Setuju?” tanya Gongchan pada hyung hyungnya.
“yah, aku setuju” jawab CNU di sambut anggukan dari member lain kecuali Sandeul.
“akhu tidhak khuat. Kalianh saja yang pergih” ucap Sandeul dengan gaya sok lemah.
“kau harus ikut oppa” paksa Chae Ri.
“a, kalau begitu kau istirahat saja dulu. Kami akan berdiskusi dulu tentang bahan makanan apa yang harus di beli” usul Jin Young bijak.
**
Bahan-bahan yang harus dibeli sudah di tentukan. Pembagian tim juga sudah di bentuk. Sekarang tinggal waktunya berangkat belanja.
CNU dan Baro bertugas membeli bahan untuk membuat es campur. Jin Young dan Gongchan bertugas membeli makanan penutup dan juga cemilan. Sedangkan Chae Ri dan Sandeul bertugas membeli bahan-bahan untuk membuat makanan pokoknya.
“huhu, tempat ini membuatku semakin lapar” rengek Sandeul begitu mereka selesai belanja dan keluar dari supermarket.
“oppa, sudahlah. Sabar. Nanti kalau kau bisa puasa satu bulan penuh aku janji deh, bakal aku buatin spagheti super pedas” ucap Chae Ri.
“heh, itu kan makanan kesukaannya Jin Young hyung -__-a“
“hehe, tapi apapun makanannya kau tetap suka kan”
“iya sih”
Tiba-tiba langkah Sandeul terhenti ketika ia menangkap sesuatu dari matanya hingga membuat Chae Ri ikut berhenti.
“mwoya oppa?” tanya Chae Ri.
“Chae Ri-ya, kudapan malam ini itu saja yah. Jebal. Aromanya benar-benar menggodaku” ucap Sandeul sambil menunjuk ke salah satu penjual makanan di pinggir jalan. Penjual sate ikan.
“ne ne. Baiklah. Ayo kita beli”
Mereka akhirnya menuju ke penjual sate ikan itu. Sandeul berdiri menatapi jejeran sate ikan yang di jual sambil menunggu Chae Ri selesai membeli sate itu untuk di bawa pulang. Tapi aromanya semakin membuat Sandeul kesulitan menelan ludah. Hingga tiba-tiba ada seorang anak kecil menarik-narik kaos yang dikenakan Sandeul. Sandeul menoleh.
“oppa, oppa sedang puasa ya? Kasihan. Nggak bisa makan sate ikannya sekarang dong. Padahal kan enakan kalo di makan langsung dari tokonya. Ya udah deh, aku wakili aja yah oppa” ucap anak kecil itu yang sengaja menggoda Sandeul yang dari tadi memang sudah terlihat sangat ingin makan sate ikan itu.
“eum, nyam nyam” suara anak yang sedang memakan sate ikan itu terdengar semakin menggoda iman Sandeul. Untuk kesekian kalinya Sandeul menatapi anak kecil yang sedang makan itu sambil menelan ludah.
“aigoo~ aku sudah tidak tahan. Sini! Kemarikan padaku!” ucap Sandeul bergerak mau merebut sate ikan dari tangan anak kecil tadi. Tapi untung berhasil di hentikan Chae Ri.
“oppa, apa yang mau kau lakukan?” ucap Chae Ri sambil menahan Sandeul. Sandeul menoleh sebentar pada Chae Ri dan kembali menatap gadis kecil yang menggodanya tadi. Gadis kecil itu tersenyum penuh kemenangan. “sudahlah oppa, kajja kita pergi” ajak Chae Ri sambil menyeret Sandeul.
**
Chae Ri dan Sandeul duduk di sebuah bangku panjang di dekat taman. Sesuai perjanjian, yang sudah selesai berbelanja harus menunggu yang lainnya di taman sampai semua berkumpul jadi bisa pulang sama-sama.
“Sandeul kenapa Chae Ri ya?” tanya CNU yang baru saja datang tau-tau di suguhi pemandangan Sandeul yang telihat seperti sedang melamun sampai hampir ngiler.
“oh, dia tadi habis di godain sama anak kecil. Di godain pake makanan gitu. Oppa tau kan kalau Sandeul oppa itu orangnya paling suka makan. Jadi di goda pake makanan di saat puasa gini jelas bikin kayak gitu lah” jelas Chae Ri. CNU dan Baro mengangguk mengerti lalu ikut duduk di samping mereka.
BRUK!
Jin Young dan Gongchan tiba-tiba lompat dan mendarat tepat di depan mereka berempat sambil memasang gaya sok keren. “tadaaa... kami sudah selesai” ucap Jin Young dan Gongchan bersamaan sambil merentangkan tangan lebar-lebar.
“ish, kalian lama sekali. Padahal kan kalian Cuma kebagian beli makanan penutup dan cemilan” tukas Baro.
“sudah sudah. Kalian istirahatlah dulu sini” sela Chae Ri. *readers : thor, kok dari tadi Chae Ri ngomongnya ‘sudah sudah’ mulu? Ganti kalimat nape? *author : kan dia pengurus dorm, jadi harus sering-sering plus pinter-pinter misahin mereka. #hubungannya apa ya? *nggak tau, author lagi eror harap maklum. Hehe
Di tengah-tengah acara istirahat belanja mereka, tiba-tiba muncul dua anak kecil berdiri di depan mereka dengan tatapan evil dan eskrim di tangan mereka. Yang satu adalah gadis kecil yang tadi menggoda Sandeul, dan yang satu lagi sepertinya adalah oppanya gadis kecil tadi.
“Min Ji-ya, jadi ini orangnya? Sepertinya dia punya teman lain” ucap si oppa.
“nggak apa-apalah. Kerjain yuk”
“ne” sedetik kemudian dua anak kecil ini kembali tersenyum evil ke arah Sandeul dan kawan-kawan. Mereka mulai membuka eskrim mereka dan menjilatinya pelan-pelan untuk menggoda Sandeul dan kawan-kawan. Mereka berlima otomatis langsung memasang muka mupeng dan menelan ludah.
“Sandeul, apa dia yang tadi mengerjaimu?” tanya Baro tanpa memalingkan pandangannya dari eskrim yang di makan kedua anak kecil itu. Sandeul hanya mengangguk.
“jinjja, mereka nakal sekali” ucap Gongchan dan di ikuti anggukan dari yang lainnya tanpa ada satupun yang mau melepaskan pandangan dari eskrim.
Tiba-tiba Gongchan, Baro dan Sandeul seperti terhubung dan mempunyai ide yang sama. Mereka saling menoleh dan tersenyum evil.
Mereka berdiri bersamaan menatap kedua anak kecil tadi. Anak-anak itu terlihat sedikit bergidik ngeri melihat tatapan evil Baro, Sandeul dan Gongchan. Mereka bertiga berjalan mendekat ke arah anak kecil tadi sedangkan anak-anak itu perlahan-lahan juga berjalan mundur.
Karena khawatir, Chae Ri, Jin Young dan CNU langsung berdiri menghadang mereka bertiga. “apa yang mau kalian lakukan? Sudahlah, ayo kita pulang saja” bujuk Chae Ri.
“tenang saja Chae Ri-ya, kami tidak akan menyakiti anak-anak itu kok” ucap Baro santai.
**
Chae Ri POV
“tenang saja Chae Ri-ya, kami tidak akan menyakiti anak-anak itu kok” ucap Baro oppa dengan santainya. Sebenarnya bukan itu yang aku khawatirkan.
Dengan gerakan cepat mereka bertiga sudah menerobosku, Jin Young oppa dan CNU oppa yang memasang penghalang.
“jangaaaannnn.....” teriak kami bersamaan yang langsung seketika berubah jadi memasang muka cengoh begitu melihat apa yang di lakukan Gongchan dan dua hyungnya itu. Mereka merebut eskrim itu dan langsung di injek-injek sampai nggak berbentuk dan berhasil membuat anak-anak itu menangis.
“hah ah ah ah ah! Hah ah ah ah ah!” tawa mereka bertiga merayakan kemenangan dengan kejamnya. Tapi aku lega. Untunglah mereka merebut eskrim itu bukan untuk di makan. Soalnya kalau mereka makan, nanti puasa mereka jadi batal.
“lebih baik kita cepet pergi. Noh, emaknye udah dateng. Kayaknya serem. Ayo kabur” ucap CNU oppa menyadarkan kami semua dan langsung pergi dengan menenteng semua barang belanjaan kami. *dasar nggak tanggung jawab *don’t try this at home XD
**
Hooaaahh!!! Akhirnya sampai di dorm. Begitu meletakkan barang belanjaan kami, kami berenam langsung tepar di depan TV.
“Oppa! Ini gara-gara kalian! Sekarang tenagaku buat masak jadi nggak ada nih!” seruku menyalahkan Gongchan oppa, Sandeul oppa dan Baro oppa yang telah membuat kami semua terpaksa lari.
“mianhae. Tapi kan buka puasanya masih lama. Masak nanti-nanti kan masih bisa. Kau istirahat saja dululah sana” tukas Baro oppa.
**
Aku terbangun dari tidurku. Entah sudah berapa lama kami berenam tepar di depan TV. “oppa, bangun. Ayo masak. Kita kan harus masak porsi besar hari ini. Oppa~ bangun” ucapku sambil menggoyang-goyangkan tubuh Jin Young oppa.
“emh, nhe nhe” ucapnya malas. Dia bangun dengan sebagian mata masih tertutup.
**
Author POV
Aroma masakan Jin Young dan Chae Ri berhasil membangunkan member yang lain. Kalian tau siapa yang pertama bangun? Tentu saja Sandeul. Hehe...
Untuk menjaga keamanan dan menjaga agar Sandeul tidak hilang kendali, akhirnya CNU berinisiatif untuk membawa saeng-saengnya keluar sambil menunggu makanan siap dan berbuka.
“hyuuuung.. bukanya masih lama ya?” tanya Sandeul untuk kesekian kalinya.
“tinggal tiga jam lagi deulie-ya. Sabarlah” jawab CNU.
“aigoo~~ lama sekali~~” keluh Sandeul lagi.
“eh, psst! Hyung! Lihat itu. anak-anak itu kan yang tadi ngerjain kita” sela Gongchan di saat mereka mau berbelok di koridor apartemen.
Baro dan member lainnya ikut menoleh ke arah yang di maksud sang magnae tadi.
“eh iya. ayo sembunyi” ajak Baro cepat. Mereka berempat sembunyi di baik tembok sambil tetap mengawasi kedua anak nakal tadi.
“jangan-jangan mereka tetangga baru kita” tebak Gongchan.
“jinjja? Ani! Aku tidak akan memberi mereka makanan buka puasa kalau begitu. Aku tidak akan memberikan sedikitpun untuk anak-anak nakal itu!” ucap Sandeul yang langsung lari kembali ke dorm mereka. *dasar. Pendendam banget sih. Sama anak kecil pula dendamnya. Hehe..
BRAK!
Jin Young dan Chae Ri yang sedang menata makanan di atas meja sedikit terkejut dengan suara pintu yang baru saja di buka oleh Sandeul.
“mwoya deulie-ya?” tanya Jin Young.
“nggak usah ngajak tetangga buka puasa deh! Pokoknya jangan! Apalagi sama tetangga baru kita itu. nggak boleh!” ucap Sandeul.
“hah? Wae?” tanya Chae Ri.
“soalnya ternyata tetangga baru kita adalah anak-anak nakal tadi” sela Baro.
“yaelah. Orang dewasa mana coba yang musuhan sama anak kecil? Hadeh” ucap Chae Ri. sedetik kemudian... “aku juga ogah ngasih makanan buat mereka. salah sendiri nakal. Pake nggodain orang puasa pula. Huh!” omel Chae Ri. *-____-a sama aja ternyata.
**
Sambil menunggu buka puasa yang tinggal sebentar lagi, semua penghuni dorm memilih untuk menghabiskan waktu dengan menonton TV saja.
“kress, kriuk kriuk, kress, nyam nyam” suara seseorang sedang mengemil kripik.
Otomatis semua menoleh ke arah sumber suara. Ke arah Baro tepatnya. Tapi yang di tolehi malah nggak ngrasa.
“op... oppa~~?” panggil Chae Ri hati-hati.
Baro menoleh. “ne?”
“kita masih puasa lho. Ini belum buka” gantian CNU yang ngomong.
“trus?” tanya Baro polos.
“trus kenapa oppa makan?” tanya Chae Ri.
Baro menatap tangannya yang lagi megang bungkus makanan. “eh??? Sejak kapan aku makan? Aigoo~~”. Baro mengintip ke dalam bungkus makanan itu. “tapi tinggal sedikit. Aku habisin dulu deh” lanjutnya.
“eh! Oppa! Nggak boleh! Kalo udah nyadar, nggak boleh di lanjut. Siniin makanannya” pinta Chae Ri.
Allahu akbar Allahu akbar! Suara adzan pun terdengar sesaat setelah Chae Ri mengamankan makanan yang di makan Baro tadi.
“alhamdulillah!” ucap semua member kompak dan langsung bergegas menuju meja makan.
Ketika semua sudah makan, Chae Ri masih berdiri di samping meja makan menatapi meja makan yang penuh dengan makanan. “kalian yakin mau makan semua ini sendirian? Yakin habis?” tanya Chae Ri yang meragukan kemampuan makan member B1A4.
“awo ah ais khan isa huat hahur hesokh (kalo nggak habis kan bisa buat sahur besok)” jawab Sandeul dengan mulut penuh.
“udah, ayo makan aja” ajak Jin Young.
Akhirnya Chae Ri bergabung. “nape makannye dikit banget?” tanya CNU yang melihat Chae Ri hanya mengambil sedikit makanan.
“soalnya kan...”
“udah, nggak usah takut gendut. Udah gendut soalnya” sela Sandeul yang langsung di tendang Chae Ri.
“kutambahin nih. Biar makanannya nggak mubazir” ucap CNU menambahkan makanan ke piring Chae Ri dan diikuti oleh member lain.
“eh, udah. Aku nggak abis ntar” pinta Chae Ri. Tapi member B1A4 baru menyelesaikan aksi mereka menambahkan makanan ke piring Chae Ri ketika piringnya sudah terlihat penuh dengan makanan sampai menggunung.
Dengan susah payah akhirnya Chae Ri bisa menghabiskan makanan itu. Meski member lain juga makan dengan porsi yang sama dengan Chae Ri, tapi makanannya masih tersisa banyak.
“aku udah nggak kuat lagi. Ini makanan buat sahur besok aja deh ya” ucap Gongchan dan di sambut dengan anggukan oleh yang lain.
Karena terlalu kenyang, mereka akhirnya memutuskan untuk tidur sebentar sambil nunggu tarawih.
**
Allahu akbar Allahu akbar!
Suara adzan membangunkan Chae Ri dari tidurnya. “oppa, bangun, ayo tarawih. Udah adzan noh” ucap Chae Ri sambil membangunkan member B1A4.
Semua pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan bersiap berangkat kecuali Baro yang malah mampir ke meja makan buat makan lagi.
Di tengah acara makannya, Baro tidak sengaja melihat jam dan terkejut dengan angka yang di tunjukkan oleh jam itu.
“oppa, ayo berangkat. Yang lain udah pada siap tuh” ajak Chae Ri.
“Chae Ri-ya” panggil Baro.
“ne? Mwoya?”
“jamnya nggak rusak kan?”
“emang enggak”
“Batrenya udah kamu ganti kan kemaren?”
“iya udahlah. Kan Baro oppa liat sendiri waktu aku ganti batrenya. Ada apa sih?”
“liat deh itu jam berapa?”
Chae Ri menoleh ke arah jam. Dia juga terkejut. Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima. Yang berarti adzan tadi bukan adzan ‘isya tapi adzan subuh.
“apa sih? Ayo buruan berangkat. Keburu iqomah nih” ajak Jin Young yang datang bersama member lain.
“oppa, adzan tadi... itu ternyata adzan subuh”
“MWO???” ucap mereka bersamaan lalu melihat ke arah jam.
“yyaaah, gara-gara kebanyakan makan nih kita jadi ketiduran sampai subuh” ucap Gongchan.
“ah, aku udah terlanjur makan. Hari ini aku nggak puasa aja deh” lanjut Baro.
“aku juga nggak puasa deh. Aku nggak kuat. Setelah seharian akhirnya bisa makan malah tau-tau udah puasa lagi. Pakai sahur aja nggak kuat, apalagi nggak pakai. Pokoknya aku nggak puasa” putus Sandeul lalu ikut Baro makan.
Gongchan sang magnae sepertinya sependapat dengan dua hyungnya ini. Dia ikut duduk di meja makan. “aku ikut sandeul hyung dan Baro hyung aja deh”
“eehh!!! Kok gitu? Kalian udah dewasa. Harus puasa” seru Chae Ri. Tapi mereka bertiga tidak bergeming dan lanjut makan. Chae Ri menoleh ke arah Jin Young dan CNU mencoba untuk meminta bantuan mereka membujuk Baro, Sandeul dan Gongchan. Tapi mereka berdua malah udah nggak ada di sampingnya. Pas noleh lagi ke meja makan, ternyata Jin Young dan CNU udah ikutan makan.
“ehh??? Jin Young oppa! Sebagai leader harusnya kau memberi contoh pada anak buahmu. Apalagi kau CNU oppa! Sebagai yang tertua tidak seharusnya kau ikut-ikutan!” seru Chae Ri lagi.
Mereka berlima sama sekali tidak menghiarukanseruan Chae Ri tadi. Chae Ri mendengus kesal. Dia menarik sebuah kursi dan ikut duduk. “ya udah! Aku juga nggak puasa deh!” ucapnya akhirnya.
Dan begitulah. Akhirnya satu dorm pada nggak ada yang puasa. Khekhekhe
THE END
*cerita tambahan*
@belakang panggung music bank
author POV
B1A4 baru saja selesai syuting acara music bank dan sekarang bersiap untuk pulang. saat di parkiran, mereka bertemu dengan dua anak kecil yang kemarin menjadi musuh mereka. *nggak tau deh, kemana-mana kenape ketemu mulu ma dua bocah tengil ni.
"haha! hyung yang kemarin! liat nih, kita punya makanan enak loh" pamer si oppa dari yeoja kecil itu sambil mengibaskan makanannya di depan member B1A4. tapi semua member hanya tersnyum evil.
Baro langsung merebut makanan itu dari si oppa dengan cepat. sedangkan Jin Young juga ikut merebut makanan dari yeoja kecil itu dengan lembutnya.
"hehe, maaf saja yah. tapi hari ini kami tidak akan tergoda karena kami tidak puasa" ucap CNU. kedua anak tadi hanya melongo melihat makanan mereka yang di rebut.
"gomawo makanannya ne" ucap Gongchan sebelum akhirnya kabur bareng member lain. sedetik kemudian kedua anak itu nangis sejadi-jadinya. *dasar! puasa-puasa malah nindas orang. mana yang ditindas anak kecil pula. pokoknya don't try this at home lah .. ^^

*haha, gaje banget ni FF. Mianhae readers kalo kecewa :P






0 komentar:
Posting Komentar