
Author : Akina Furi
Main Cast : Seohyun, Donghae, Siwon
Genre : Romance
Rath : Teenager
Bisa dibilang ini Ficlet (mungkin). FF pendek. Wkwkwk.. ini FF yang beberapa hari lalu author ikutin lomba. nggak nyangka menang dengan FF sependek ini. ^^ Author harus terima kasih sama Allah SWT yang udah bikin author liat kejadian seromantis ini di jalan (liatnya pas di perjalanan menuju tempat tes SNMPTN kemaren). hehe.. masalah kejadian dua anak kecil yang ada dalam cerita ini nyata loh. Author ngiri. makanya author jadiin Ficlet deh ^^.. *Readers : udah, jangan ngoceh mulu! kapan bacanya kalo authornya ngoceh mulu? *author : aha, ne ne.. silahkan silahkan. silahkan mulai baca ^^
Happy Reading ^^ !!
Seohyun POV
Aku terduduk di bangkuku menunggu Donghae selesai mengobrol dengan temannya merencanakan tentang festival olahraga yang akan dilaksanakan bulan depan. Karena bosan, aku menumpukan tangan kiriku di atas bangku untuk menyangga kepalaku dan melihat pemandangan di luar.
Ku lihat seorang anak perempuan sedang berjalan sambil menangis. Di sampingnya ada anak laki-laki yang bersepeda sambil cengar cengir. Sepertinya anak laki-laki itu baru saja menggoda anak perempuan tadi hingga menangis. Tidak lama kemudian anak laki-laki itu berhenti agak jauh dari si anak perempuan dan menunggunya mendekat. Saat anak perempuan itu mendekat, anak laki-laki tadi mengelus rambutnya dan mengatakan sesuatu. Entah apa yang dikatakannya, tapi itu berhasil membuat si anak perempuan tadi berhenti menangis dan akhirnya membonceng anak laki-laki itu di bagian depan.
Aku tersenyum-senyum sendiri melihatnya. Romantis sekali! Aku bahkan tidak pernah mengalami adegan seromantis itu dengan Donghae meski kami sudah hampir tiga tahun berpacaran.
Tiba-tiba ada seseorang mengacak-ngacak rambutku dan membuatku sedikit tertunduk. “apa yang kau lihat? Senyum-senyum sendiri. Orang lain bisa menganggapmu gila” ucap Donghae.
Aku langsung mengerutkan hidungku ke arahnya. “lama sekali” ucapku.
“haha, mianhae. Masih banyak yang harus kami persiapkan. Kau bosan ya? Kalau begitu, kaja, kita pulang”
Aku langsung meraih tasku dan mengikuti langkahnya keluar.
**
Donghae POV
Aku tersenyum melihatnya. Melihat tangannya yang melenggang bebas. Kalau diingat-ingat, sudah lama aku tidak menggandeng tangan mungilnya itu. Saat aku mulai bergerak untuk meraih tangannya dan menggandeng tangannya, tiba-tiba ada seorang namja memanggil Seohyun dari belakang dan berhasil membuatnya membalikkan badan.
“Siwon-ah, ada apa?” tanya Seohyun.
“baru mau pulang? Aku juga. Bagaimana kalau ikut denganku sekalian? Bukankah kita searah?”
**
Seohyun POV
“baru mau pulang? Aku juga. Bagaimana kalau ikut denganku sekalian? Bukankah kita searah?”
Aku menoleh ke arah Donghae tapi dia malah buang muka. Heft! Padahal kali ini aku berharap dia akan berkata “sayangnya dia akan pulang denganku” atau “maaf, tapi dia sudah denganku” atau apalah itu. Tapi ternyata seperti biasa, dia lebih memilih diam dan buang muka. Huh! Baiklah! Aku lelah dengan sikapmu ini. Sudah berkali-kali aku menolak ajakan Siwon demi dia, tapi dia sama sekali tidak berusaha mempertahankan aku.
Aku kembali menatap Siwon. “ne. Baiklah. Kaja” ucapku.
**
Donghae POV
“ne. Baiklah. Kaja” aku langsung menoleh cepat ke arah Seohyun saat mendengar jawaban itu. ‘mwo? Dia kan akan pulang denganku? Bisa-bisanya dia menerima ajakan namja lain’ gerutuku.
“aku duluan ne Donghae-ya” pamit Seohyun. Saat mereka lewat, Siwon terlihat sedikit menoleh ke arahku dan tersenyum puas.
“mwoya? Pabo! Terserah kau saja!” gumamku saat mereka sudah jauh.
**
Aku berjalan mendekati Seohyun yang sedang membaca di perpustakaan. “Seohyun-ah, kenapa kemarin kau menerima ajakannya?” tanyaku tanpa basa-basi. Seohyun membalik halaman buku yang ia baca dengan malas.
“dia siapa maksudmu?” tanyanya tanpa menoleh.
“Seohyun-ah!”
“memangnya kenapa? Bukankah kau tidak peduli aku pulang dengan siapa? Kau diam saja, jadi kupikir aku bebas memilih siapa”
“tapi Seohyun-ah, kau ini...” Seohyun langsung menutup bukunya meninggalkanku sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku. Aku mengurungkan niatku memanggilnya saat kulihat dia sudah di hampiri oleh Siwon. ‘cih! Aku tidak akan menyerahkan yeojaku padamu!’
**
Seohyun POV
Saat aku sampai di gerbang sekolah dan mau pulang, mobil Siwon berhenti tepat di depanku. Dia turun dan menghampiriku dengan seulas senyum di bibirnya.
“kaja, masuklah” ucapnya sambil membukakan pintu untukku. Tiba-tiba ada seseorang menarikku dan membuatku sekarang berdiri di belakangnya.
“mianhae Siwon-ah. Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lagi mendekati Seohyun. Karena dia milikku. Dan sekarang dia akan pulang denganku” ucap namja itu yang ternyata adalah Donghae.
Aku terharu. Benarkah yang ada di hadapanku ini Donghae? Ini pertama kalinya dia mengatakan hal seperti itu. Biasanya dia lebih mementingkan egonya dan tidak mempertahankanku.
“jadi bagaimana Seohyun-ah? Kau pilih siapa?” tanya Siwon sambil bersandar pada pintu mobilnya.
Aku masih belum bisa membiarkan Donghae senang begitu saja. Aku ingin mengujinya sedikiit lagi. “mianhae Siwon-ah, aku tidak pulang dengan siapa-siapa. Aku pulang sendiri saja” ucapku pada Donghae. Aku ingin lihat apa yang akan di lakukan Donghae dengan jawabanku ini.
“baiklah kalau begitu. Aku pulang duluan ne. Annyeong Seohyun-ah”
“annyeong”
Aku menatap Siwon yang pergi dengan mobilnya hingga ia menghilang di belokan lalu kembali menoleh ke arah Donghae yang terlihat biasa saja dan malah bersiap untuk pergi.
“Ehh?? Donghae-ya! Mau ke mana?”
Dia berhenti dan menoleh padaku. “Katanya mau pulang denganku. Kau bilang kau...”
“bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau mau pulang sendiri?” selanya sebelum aku sempat selesai bicara.
**
Donghae POV
“mianhae Siwon-ah, aku tidak pulang dengan siapa-siapa. Aku pulang sendiri saja”
Mwo? Aish! Aku sudah bilang mau pulang dengannya tapi dia malah bilang mau pulang sendiri. Baiklah. Terserah kau saja!
Saat aku mau mengayuh sepedaku, tiba-tiba Seohyun memanggilku. “Ehh?? Donghae-ya! Mau ke mana?”
Aku berhenti sejenak lalu menoleh dengan tampang biasa saja meski dalam hati sebenarnya aku tersenyum evil. Hoho.
“Katanya mau pulang denganku. Kau bilang kau...”
“bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau mau pulang sendiri?”
Dia terlihat cemberut dan menghentakkan kakinya ke tanah. “ya! Terserah kau saja! Aku kesal denganmu! Aku lelah! Aku pikir kali ini kau akan mengerti dan mulai mencoba mempertahankanku! Ternyata aku salah! Ya sudah! Pergi sana!” usirnya dengan mata berkaca-kaca.
Aku mengedikkan bahuku. “aku memang mau pergi” ucapku.
“mwo? Donghae-ya!”
**
Author POV
Tangis Seohyun pecah. Dia tidak menyangka Donghae, namja yang selama ini menjadi namja chingunya benar-benar tidak peduli padanya. Padahal tadi dia pikir untuk kali ini akan berbeda.
Seohyun pergi meninggalkan Donghae dengan air mata terus mengalir. Sedangkan Donghae bersepeda pelan-pelan di sampingnya sambil senyum-senyum sendiri. Yah, walaupun pelan-pelan, namanya juga pakai sepeda, pada akhirnya Donghae jadi mendahului Seohyun. Setelah agak jauh akhirnya Donghae berhenti dan menunggu Seohyun mendekat.
Saat Seohyun sudah berjalan di sampingnya, Donghae memanggilnya. “Seohyun-ah” panggilnya lebut.
“hemph! Mwo!” tanyanya ketus dengan suara masih serak.
“kemarilah”
Seohyun menurut dan akhirnya mendekat. Donghae mengelus rambut Seohyun lembut sebelum akhirnya menarik Seohyun hingga ia bisa mengecup kening Seohyun.
“mianhae. Aku tau aku salah. Aku terlalu gengsi untuk mempertahankanmu di depan orang lain atau melakukan apa yang sebenarnya kau harapkan. Padahal sebenarnya dalam hatiku, aku sangat tidak rela kau dekat dengan namja lain. Karena kau milikku. Karena aku sangat mencintaimu” ucap Donghae menatap langsung ke mata Seohyun.
Seohyun berhenti menangis dan wajahnya berubah menjadi tersenyum. “Donghae-ya..” gumamnya.
“sekarang ayo pulang. Aku antar. Naiklah” ucap Donghae sambil menepuk bagian depan sepedanya untuk di tumpangi Seohyun. Seohyun mengangguk senang.
Selama perjalanan Seohyun terus tersenyum. “wae? Kau dari tadi senyum-senyum terus ada apa?” tanya Donghae.
“tentu saja karena aku senang. Dan juga karena...”
“karena?”
“hehe, entahlah. Aku merasa yang kita lakukan saat ini seperti yang di alami dua anak kecil yang pernah kulihat beberapa hari yang lalu”
“geurae?”
“ne. Dulu aku iri dengan mereka. Tapi sekarang tidak lagi. Karena aku sudah merasakannya sendiri. Saranghae, Donghae-ya”
Donghae tersenyum. Satu tangannya ia biarkan untuk tetap mengendalikan sepedanya, sedangkan satunya lagi ia alihkan untuk memeluk Seohyun. “nado, Seohyun-ah”
The End
Hehe.. gimana ? gimana ? tolong Comennya ya bagi yang udah mampir 'n baca.. Gomawo ^^
mian ya kalau ngga puas gara-gara kependekan






0 komentar:
Posting Komentar