Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Destiny #Part 1



Hey readers, ini ada karya lama Author... hoho, kenapa baru di publish? ya suka2 author dong :p selamat membaca ya. jangan lupa comment yak ^^



Author POV

Fira berjalan menirukan adegan yang ada di drama Korea yang semalam dia lihat. Berharap dia akan mengalami hal yang sama dengan yang ada di dalam drama kesukaannya itu. Tapi langkah Fira terhenti ketika dia melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumahnya.
Fira berfikir sejenak lalu langsung menyeringai.

**

Khayalan Fira

Fira masuk ke dalam rumah. Dia di sambut oleh kedua orang tuanya dan seorang namja tampan yang tidak ia kenal sebelumnya.
“Fira, kenalkan, dia adalah orang yang akan menjadi suamimu” ucap Ayah Fira.

Khayalan End

**

Fira mulai melangkah masuk ke dalam rumah. Dia di sambut oleh kedua orangtuanya. Seorang namja tampan menoleh dan ikut memberi salam. “Loh? Jangan-jangan khayalanku kali ini jadi nyata”, batin Fira.
“Loh, Fira. Kok malah bengong? Sini, beri salam sama pamanmu” seru Ibunya Fira. “yyaaah, kok paman sih?! Buyar deh khayalanku”  batin Fira.
Fira mengambil posisi duduk di dekat Ibunya. Fira memiringkan kepalanya lalu memandang ke arah pamannya sambil berfikir sesuatu. “Beneran nih dia pamannya Fira? Sejak kapan Fira punya paman muka-muka cina gini? Paman-paman Fira kan muka-muka kuli semua. Kakek nggak mungkin selingkuh trus nikah lagi kan?” celetuk Fira.
Ayah langsung menjitak kepala putri semata wayangnya itu. “Hush! Jangan ngatain paman-paman kamu seperti itu. Nanti mereka marah. Kakek juga nggak akan nikah lagi. Siapa juga coba yang mau sama kakekmu yang cerewet itu” terang Ayah.
Paman Fira hanya berusaha menahan tawa mendengar percakapan ayah dan anak yang satu ini. “Tapi kok dia masih muda banget? Ayah bohong ya? Jangan-jangan dia bukan pamanku tapi adalah laki-laki yang ayah jodohkan denganku. Hayo, ngaku aja deh yah” lanjut Fira.
“Haiah, berhenti ngayal yang nggak nggak. Males banget. Kayak nggak ada kerjaan aja pake acara jodohin kamu. Jangan ngarep ya” tukas ayah. “Oya, maaf ya Jong Woon, anak ini memang suka bicara seenak jidatnya” lanjut ayah.
“kurasa aku tau itu turunan dari sifat siapa” batin Jong Woon, orang yang di sebut sebagai pamannya Fira ini.
“Lagipula masa kau tidak mengingatku? Dulu waktu kau masih berumur lima tahun, aku pernah tinggal di sini juga dan menemanimu bermain”  ucap  Jong Woon.
“ng? Benarkah? Aku benar-benar tidak mengenalmu”
“hmh, sepertinya kita perlu berkenalan lagi. Baiklah kalau begitu, kenalkan, namaku Kang Jong Woon. Kau tidak perlu memanggilku paman kalau kau merasa canggung. Soalnya kita hanya terpaut usia lima tahun. Oya, satu lagi, aku bukan orang Cina, aku orang Korea”
“tunggu! Jong Woon? Nama paman hampir mirip Yesung Super Junior. Jangan-jangan paman ini beneran Yesung ya?” tanya Fira polos.
“haha, bukan. Nama kami memang hampir mirip. Tapi kalau aku memang Yesung, seharusnya pasti ELF terutama Clouds, mereka semua pada gempar deh”
Fira menyipitkan matanya memandangi Jong Woon dengan seksama. “Benarkah dia bukan Yesung?” batin Fira.
DEG. Begitu matanya menatap baik-baik mata Jong Woon, mukanya terasa panas dan jantungnya jadi berdetak tidak karuan. Mata Jong Woon yang begitu teduh entah kenapa malah membuat Fira merasa tidak karuan.
“ada apa?” tanya Jong Woon.
“ng.. nggak apa-apa. Nggak ada apa-apa” jawab Fira gugup.

**

Sudah seminggu lamanya sejak Jong Woon datang dan tinggal di sini.  Fira mulai terbiasa dengan Jong Woon. Bahkan menurut ayah dan ibunya Fira, mereka sudah kembali akrab seperti dulu saat mereka kecil.
“Jong Woon, ada yang ingin ku bicarakan denganmu” ucap ayah Fira dalam bahasa Korea (*readers : apanya yang bahasa korea? Jelas-jelas pake bahasa Indonesia. *author : suka-suka author dong :3) agar Fira yang sedang tertidur di samping Jong Woon tidak terbangun.
“mwo?”
“ini tentang Fira”
Jong Woon langsung mengalihkan perhatiannya tadi yang terus menatap layar laptop ke arah ayah Fira. “anak ini, dia lupa denganmu bukan karena masalah dia dulu masih kecil. Tapi sepertinya ada hubungannya dengan kejadian waktu dia kelas lima sekolah dasar. Aku tidak tau jelasnya bagaimana. Tapi waktu itu, tiba-tiba dia semalaman tidak pulang. Padahal malam itu sedang hujan lebat. Kami menemukannya sedang main ayunan sendirian di taman dengan tatapan kosong” jelas ayah.
Ayah mengambil nafas sebentar dan melanjutkannya “keesokan harinya, dia yang biasanya selalu menyebut namamu dan terus menantikan kedatanganmu tiba-tiba sama sekali tidak menyebut-nyebut dirimu. Awalnya rasanya aneh. Sikapnya sedikit berubah saat itu. Karena itulah aku sangat mengkhawatirkannya. Apa dulu sebelum kau pergi kembali ke Korea, kau sempat menjanjikan sesuatu untuknya?”
“soal itu...”
Tiba-tiba Fira bangkit dari tidurnya dan menatap ayah dan Jong Woon dengan cemberut.

**

Fira POV

Aku kesal. Dari tadi mereka terus berbicara dalam bahasa yang tidak aku mengerti. Di tambah lagi, kurasa dari tadi mereka menyebut-nyebut namaku dalam pembicaraan mereka.
Akhirnya kuputuskan untuk bangkit dari tidurku. “kalian ini! Curang! Membicarakanku menggunaan bahasa aneh seperti itu. Aku kan tidak mengerti! Aku juga ingin dengar!”
Mereka saling memandang dan akhirnya tertawa geli. Kenapa sih? Kan nggak ada yang lucu.
“ini pembicaraan orang dewasa. Anak kecil tidak boleh tau” ucap ayah yang lalu pergi.

**

Author POV

Fira berlari menuju ke kamar Jong Woon. “Paman~~” serunya riang sambil membuka pintu kamar Jong Woon.
“eh Fira. Ada apa?”
Fira malah tersenyum evil. Dia mulai bergelayut manja di lengan Jong Woon. “Paman~ ujianku sudah selesai. Dan mulai besok aku libur selama sebulan sampai hari pengumuman tiba. Jadi, boleh ya paman, aku ikut denganmu ke Korea besok. Ya ya ya?”
Jong Woon tersenyum dan mengacak rambut Fira. “Baiklah, tapi kau harus dapat izin dari kedua orang tuamu dulu”
“beres! Aku yakin mereka pasti setuju”

**

“Tidak!” tegas ayah ketika mendengar rencana Fira untuk menghabiskan liburannya dengan ikut Jong Woon ke Korea.
“yah, ayah nggak asik nih. Ibu aja setuju kok. Masa ayah nggak setuju? Ya kan bu?” Fira dan ayahnya menoleh ke arah ibu yang ada di dapur sambil mengupas buah-buahan. Ibu hanya tersenyum dan mengedikkan kedua bahunya sambil tetap mengupas buah-buahan.
“Pokoknya tidak boleh. Kau kan tidak bisa bahasa Korea. Bagaimana nasibmu nanti di sana coba?” lanjut ayah.
“yah, kan ada paman”
“memangnya kau mau menempel terus pada pamanmu selama di sana? Justru kasihan pamanmu. Bisa-bisa nggak ada cewek yang mau deket pamanmu gara-gara kau terus menempel pada pamanmu”
“kan Cuma sebulan ayah. Nggak akan sampai seperti itu. Lagipula aku bisa bahasa Inggris dan bisa jaga diri. Jadi di tinggal sebentar nggak apa-apa”
Ayah langsung menjitak kepala Fira keras-keras. “aduh ayah! Sakit!”
“bahasa Inggris apanya? Nilai bahasa Inggrismu saja jeblok-jeblok gitu masih berani bilang bisa bahasa Inggris. Pokoknya tidak boleh!”
“sudahlah ayah, biarkan saja dia pergi. Sekali-sekali dia keluar negeri kan nggak apa-apa. Lagipula tiap kita keluar negri, kita tidak pernah mengajaknya kan” sela ibu.
“tul! Eh, tunggu! Kapan memangnya kalian ke luar negri?”
“tiap tahun ayah sama ibu ke luar negri kok. Ya kan ayah?”
“nah loh. Tuh kan. Kalian ke luar negri nggak pernah ajak-ajak. Pokoknya Fira ikut paman! Kalian harus bolehin!”
Ayah mendesah dan akhirnya menyerah.

**

Fira POV

Pagi ini kami  tiba di bandara Incheon. Banyak orang berlalu lalang di bandara.
DEG. Tiba-tiba jantungku rasanya berhenti berdetak. Aku sedikit tersungkur ke depan. Untung ada paman yang menopangku. “kau tidak apa-apa?” tanyanya.
Sementara paman masih bertanya-tanya, jantungku masih terasa sakit. Tapi rasanya seperti ada sesuatu yang indah sedang menungguku. “hehe, aku tidak apa-apa paman. Aku hanya merasa akan bertemu takdirku di sini”
“dasar. Tapi kau benar-benar baik-baik saja kan?” aku mengangguk mantap.

**
to be continoued....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Unknown mengatakan...

bahasanya ringan, bagus dan mudah dipahami. good

Akina Furi mengatakan...

:D

Posting Komentar